KOMPAS.TV – Kebakaran hutan dan lahan masih membakar kawasan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Karhutla yang semakin meluas mengancam habitat satwa liar yang dilindungi.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengungkap, api telah membakar sejumlah jenis vegetasi di area Ayek-Ayek dan Pangonan Cilik. Di antaranya tanaman rumput malelo yang merupakan flora endemik sekaligus habitat berbagai fauna, seperti macan kumbang, rusa, hingga burung puyuh.
Karhutla juga menghanguskan tanaman cemara gunung dan akasia di area Semeru. Hingga Minggu siang, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencatat lebih dari 290 hektare hutan dan lahan kawasan Gunung Semeru telah terbakar. Sehari sebelumnya, karhutla telah menghanguskan 170 hektare kawasan Gunung Semeru.
Tim gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, BPBD, serta TNI-Polri kesulitan memadamkan api karena keterbatasan alat, medan terjal untuk menjangkau lokasi, dan angin kencang yang memicu api cepat meluas.
Sementara itu, api juga membakar hutan jati di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Sabtu malam. Petugas menemukan tiga titik api yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga.
Api akhirnya padam pada Minggu dini hari setelah ditangani tim Pos SAR Luwuk, Tim Reaksi Cepat BPBD Banggai, dan personel sebuah perusahaan swasta.
#gunungsemeru #karhutla #lumajang #jawatimur #banggai #sulawesitengah
Baca Juga Pemerintah Berani! 7 Perusahaan Akan Disegel karena Karhutla | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/688081/pemerintah-berani-7-perusahaan-akan-disegel-karena-karhutla-berut
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688173/karhutla-bakar-hutan-di-jawa-timur-dan-sulawesi-tengah-semeru-capai-290-hektare-sapa-malam