:

Saat Jokowi Bicara 3 Filosofi Jawa: Singgung Punya Kekuasaan Dipakai Jatuhkan Orang

6 hari lalu

KEBUMEN, KOMPAS.TV – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menyampaikan pesan melalui filosofi Jawa.

Hal ini disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/8/2026).

Filosofi yang pertama yakni lamun siro sekti ojo mateni, atau meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan atau membunuh.

“Nggak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan yang besar kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Jangan. Itu hal yang tidak baik,” ujar Jokowi.

Yang kedua, lamun siro pinter ojo minteri. Jokowi menyoroti debat di televisi yang tidak mengindahkan tata krama dan sopan santun.

“Kadang-kadang saya nonton TV itu kok ya seperti itu. Adab ketimuran, sopan santun, tata krama, dilihat jutaan orang kok tidak mengerti. Jadi mestinya kalau kita dilihat orang banyak itu menyampaikan hal yang baik supaya orang mengikuti kita menjadi baik,” ujar Jokowi.

Yang ketiga, lamun siro banter ojo disiki, atau meskipun kamu bisa cepat, jangan suka mendahului.

“Jangan suka mendahului, kadang-kadang seperti itu menyakitkan yang didahului. Yang didahului juga tidak senang,” ujar Jokowi.

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688136/saat-jokowi-bicara-3-filosofi-jawa-singgung-punya-kekuasaan-dipakai-jatuhkan-orang

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke