JAKARTA, KOMPASTV - Dugaan adanya mobilisasi massa tandingan dalam kerusuhan setelah aksi unjuk rasa pada 27 Agustus lalu disoroti Amnesty Internasional Indonesia.
Pola tersebut dinilai mengingatkan pada pengerahan kelompok sipil dalam konflik politik pada 1998.
"Jadi ada mobilisasi massa tandingan untuk memberi kesan ada kontrademonstrasi, bahkan membenturkan antara sipil dengan sipil sebagai strategi untuk memecah belah kelompok masyarakat," kata Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid di dialog Kompas Petang, Sabtu (29/8/2026). (timecode 1:30)
Menurutnya, beberapa ormas yang disinyalir terlibat disebut memiliki afiliasi dengan elite politik tertentu.
Ia juga mempertanyakan sekitar 50 orang yang masih ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait rangkaian kerusuhan.
"Pertanyaan sederhananya adalah apakah dari 50-an orang yang masih ditahan itu ada di antaranya orang-orang yang melakukan pembunuhan atau pengeroyokan sampai tewas terhadap Bambang Setiawan?" ujarnya. (timecode 4:00)
Ia berharap pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mempertimbangkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengusut rangkaian peristiwa tersebut.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri
#1998 #demo27agustus
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/688092/dugaan-massa-tandingan-amnesty-singgung-pola-kerusuhan-1998