KOMPAS.TV – Kericuhan yang terjadi di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, menelan korban jiwa. Seorang penjual cermin bernama Bambang Setiyawan tewas setelah diduga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di tengah kericuhan.
Bambang diketahui masih berjualan hingga sore hari sebelum situasi di sekitar Pejompongan mulai tidak kondusif. Karena kondisi tersebut, ia menutup tokonya lebih awal dan pulang ke rumah.
Namun, Bambang kemudian kembali ke tokonya untuk mematikan lampu. Setelah itu, sang istri tidak lagi mendapatkan kabar hingga akhirnya menerima berita bahwa Bambang telah meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan polisi sempat mengevakuasi Bambang setelah menerima laporan adanya pengeroyokan di lokasi. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mintohardjo, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Polisi sempat mengajukan permohonan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Namun, pihak keluarga menolak permohonan tersebut.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan fakta dan menyelidiki dugaan pengeroyokan yang menyebabkan penjual cermin di Pejompongan tersebut meninggal dunia.
#pejompongan #jakarta #kericuhan #poldametrojaya #kriminal #demonstrasi
Baca Juga 322 Orang Diperiksa, Polisi Telusuri Penggerak di Balik Kerusuhan Demo 27 Agustus | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/688067/322-orang-diperiksa-polisi-telusuri-penggerak-di-balik-kerusuhan-demo-27-agustus-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688073/tragis-penjual-cermin-tewas-saat-kericuhan-demo-27-agustus-polisi-selidiki-pengeroyokan-berut