JAKARTA, KOMPASTV - Dugaan adanya keterlibatan elite dalam kerusuhan yang terjadi setelah aksi unjuk rasa pada 27 Agustus lalu menjadi sorotan.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menduga terdapat mobilisasi massa tandingan dalam aksi tersebut.
"Jadi ada mobilisasi massa tandingan untuk memberi kesan ada kontra demonstrasi, bahkan membenturkan antara sipil dengan sipil sebagai strategi untuk memecah belah kelompok masyarakat," kata Usman di dialog KompasTV, Sabtu (29/8/2026). (timecode 13:55)
Usman berharap pemerintah mempertimbangkan pembentukan tim gabungan pencari fakta untuk mengusut secara menyeluruh rangkaian kerusuhan 27 Agustus.
Desakan agar polisi mengungkap pihak di balik kerusuhan juga disampaikan Komisioner Kompolnas Choirul Anam.
"Peristiwa ini tidak hanya berdiri di tanggal 27 tapi juga kalau kita melihat apa yang dilakukan oleh Polda Metro misalnya di awal Agustus, ya atau akhir bulan Juli kemarin, yang menangkap beberapa orang yang diindikasikan menyebar hoaks ada kerusuhan di Jakarta bulan Agustus gitu-gitu," kata Anam. (timecode 8:27)
Menurut Anam, rangkaian kejadian tersebut penting untuk disusun sebagai sebuah gambaran utuh sehingga dapat diketahui apakah terdapat pola tertentu di balik kerusuhan.
Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Keamanan UI Stanislaus Riyanta menilai pola massa yang berkumpul kemudian diikuti munculnya kelompok yang melakukan perusakan seharusnya menjadi perhatian aparat.
"Ada biasanya polanya adalah ada unjuk rasa. Kemudian nanti ketika sudah bubar dia akan datang masa akan berkumpul sekitar magrib. Nah nanti jam sekitar jam 10. Jam 11.00 itu kemudian ada masa yang merusak ini yang melakukan kerusuhan. Polanya selalu seperti itu," kata Stanislaus. (timecode 11:37)
Stanislaus menilai pola yang berulang semestinya dapat menjadi bahan evaluasi aparat agar kejadian serupa dapat dicegah dan tidak kembali terjadi.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Noval
#demo #27agustus
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/688048/full-dugaan-elite-di-balik-rusuh-usai-demo-polisi-didesak-ungkap-dalangnya-kompas-petang