Korea Utara selama ini dikenal sebagai negara yang miskin dan terisolasi dari dunia luar. Namun, setelah pandemi Covid-19, kehidupan di ibu kota Pyongyang mulai menunjukkan perubahan yang cukup mencolok.
Mobil listrik buatan China semakin banyak terlihat di jalanan, smartphone dan layanan digital seperti aplikasi taksi mulai umum digunakan, hingga semakin terangnya kondisi Pyongyang di malam hari.
Perubahan itu juga terlihat dari aktivitas pembangunan dan meningkatnya perdagangan. Bahkan, Bank Sentral Korea Selatan memperkirakan ekonomi Korea Utara tumbuh 3,7 persen pada 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 8 tahun terakhir.
Padahal, Korea Utara terus menghadapi sanksi internasional yang cukup berat. Lalu, bagaimana cara Pyongyang menggerakan ekonominya di tengah sanksi internasional itu?
Di Oh Begitu kali ini, kita akan mengupas cara pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dalam memanfaatkan kondisi dua negara sekutunya, yakni Rusia dan China.
Lebih tepatnya saat Moskwa sedang berperang melawan Ukraina, dan Beijing tumbuh sebagai raksasa ekonomi dunia, demi meraup pemasukan dalam bentuk uang, energi, teknologi militer, hingga infrastruktur dan produk teknologi sehari-hari.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Afifah Rismayanti
Host: Salsabila Suseno
Video Editor: Dimas Septian Adiyathama
Produser: Akhmad Muawal Hasan
#Politik #Finansial #OhBegitu #KoreaUtara #Korut #KimJongUn #Rusia #China #EkonomiKoreaUtara #PerangRusiaUkraina #NorthKorea #NorthKoreaEconomy
Music:
Pressed Newsroom (AI)
Data Bloom (AI)
Wireline Bulletin (AI)
Pressed Newsroom No 2 (AI)