DEMAK, KOMPAS.TV - Kemarau panjang membawa berkah tersendiri bagi para petani semangka di Desa Mranak, Pantura Demak, Jawa Tengah.
Teriknya sinar matahari tidak menyurutkan semangat para petani untuk memetik semangka jenis Inul dan Lurik di sawah.
Hasil panen raya semangka melimpah hingga tiga kali lipat dibanding saat musim penghujan. Sementara dari sisi ukuran, buah semangka yang tumbuh di musim kemarau ukurannya jauh lebih besar dan rasanya jauh lebih manis.
Dalam satu hektare lahan, petani bisa mengumpulkan buah semangka sebanyak 20 ton hingga 22 ton.
Aktivitas petani semangka yang sedang melakukan panen raya di sawah mengundang perhatian tersendiri bagi konsumen yang ingin membeli untuk oleh-oleh. Lantaran buah semangka sangat bagus dikonsumsi untuk menjaga kesehatan saat musim kemarau panjang.
Salah satu pedagang semangka menyebut tingginya permintaan buah semangka dari luar daerah turut mendorong naiknya harga jual panen semangka di Pantura Demak.
Salah satu pembeli bilang, semangka khas Demak memiliki cita rasa yang berbeda dengan buah semangka pada umumnya.
Selain rasanya yang sangat manis serta kandungan air buahnya banyak.
Semangka khas Demak memiliki rasa yang sedikit agak asin, yang menjadikan rasa buahnya menjadi unik.
Harga jual panen semangka di musim petik pertama ini, harga minimal per kilogram sudah mencapai Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Dimungkinkan untuk petik berikutnya harga bisa naik lagi.
Baca Juga Fenomena Hujan Es di Lanny Jaya Papua, Hasil Pertanian Berisiko Gagal Panen | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/687927/fenomena-hujan-es-di-lanny-jaya-papua-hasil-pertanian-berisiko-gagal-panen-sapa-malam
#panen #semangka #demak #hasilpanen
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/687983/berkah-kemarau-bagi-petani-semangka-di-demak-hasil-panen-jauh-lebih-bagus-dan-manis