JAKARTA, KOMPAS.TV - Isu percepatan pemilu kembali memicu benturan argumen mengenai hubungan Prabowo–Jokowi dan arah politik menuju 2029.
Said Didu menyebut, “2024 Pilpres selesai, tapi perebutan kekuasaan dimulai,” dan melihat dinamika politik setelah Pilpres sebagai bagian dari persaingan kekuasaan. Sementara Andi Azwan menegaskan pernyataan Budi Ari merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili seluruh relawan.
Di sisi lain, Juanda menilai dari perspektif hukum tata negara belum terdapat alasan konstitusional untuk mempercepat pemilu, sedangkan Sri Radja Chandra menyebut pernyataan politik tersebut perlu diklarifikasi agar tidak berkembang menjadi spekulasi. Kurniawan dan David Pajung juga menilai tidak ada dasar untuk mengganti pemerintahan di tengah jalan.
Benarkah isu percepatan pemilu menjadi sinyal perebutan kekuasaan, atau hanya benturan tafsir politik?
Produser: Prayogi Haro
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/687964/adu-analisa-said-juanda-radja-soal-rebutan-kekuasaan-isu-percepatan-pemilu-seret-prabowo-jokowi