Bencana banjir bandang yang menerjang Himalaya, tepatnya di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China memicu keprihatinan para ilmuwan dunia. Kondisi perubahan iklim dinilai semakin memperbesar risiko bencana mematikan di wilayah pegunungan tinggi akibat tidak stabilnya struktur batuan dan lapisan es. Melansir Reuters, bencana yang terjadi, Rabu (26/8/2026) itu telah menelan sedikitnya 165 korban jiwa.
Pihak berwenang melaporkan, hingga Kamis (27/8/2026), hampir 1.500 orang masih dinyatakan hilang, di mana setidaknya 800 di antaranya merupakan warga negara asing. Bencana ini bermula saat dinding lumpur dan batu berukuran masif runtuh ke aliran sungai Himalaya, memicu banjir bandang yang menerjang kota-kota dan kawasan lembah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Mau tau gimana rasanya hidup ala "Harvest Moon" di dunia nyata? Yuk, tonton videonya lewat link berikut!
https://youtu.be/XrhhjQ1dKl0
Penulis: Danur Lambang Pristiandaru
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah
Narator: Musayadah Khusnul Khotimah
Video Editor: Musayadah Khusnul Khotimah
Produser: Musayadah Khusnul Khotimah
Musik: Pressed Newsroom No 2 (AI)
#Peristiwa #Bencana ##cclabs ##DailyNews #AncamanPemanasanGlobal #BanjirBandangHimalaya #HimalayaBanjir #BanjirNepalTibet