Misteri kecepatan banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal-China perlahan terkuak setelah getaran yang awalnya dilaporkan sebagai gempa ternyata berasal dari runtuhnya gletser, dan aliran material. CNN dalam laporannya, Kamis (27/8/2026) menyebut berdasarkan analisis citra satelit menunjukkan bongkahan gletser selebar sekitar 610 meter terlepas dari gunung dan jatuh dengan penurunan ketinggian sekitar 2.133 meter menuju sungai di bawahnya.
Campuran air, pecahan es, bebatuan, dan sedimen kemudian meluncur melalui lembah dengan kecepatan rata-rata mencapai 193 km/jam pada 22 kilometer pertama, jarak yang ditempuh hanya dalam 6 menit 50 detik. Ini yang membuat warga sekitar bantaran sungai terlambat mengantisipasi. Di balik bencana tersebut, para ilmuwan juga menyoroti kondisi Himalaya yang semakin rentan seiring penyusutan gletser dan pemanasan kawasan pegunungan.
Sementara Profesor Ilmu Atmosfer dan Lingkungan di University At Albany, Mathias Vuille menjelaskan air memegang peran penting dalam membuat aliran material bergerak cepat menjangkau hilir.
"Banjir bandang, seperti peristiwa dahsyat yang baru saja kita saksikan, biasanya mengandung tiga unsur utama. Salah satu unsur tersebut jelas adalah bebatuan dengan berbagai ukuran. Seringkali juga mengandung es dari gletser pegunungan yang jatuh. Dan yang ketiga, dan sangat penting, adalah air. Air sangat penting karena menyediakan pelumas dan juga media transportasi yang memungkinkan aliran lumpur ini diangkut dengan cepat dan jauh ke hilir lembah," ungkap
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Peristiwa #Bencana ##Kompascomlab #BanjirNepal #NepalChina #BanjirBandang #Gletser #Himalaya
Music: Inception - Aakash Gandhi