Banjir bandang dahsyat melanda Nepal utara pada Rabu, 26 Agustus 2026, menewaskan ratusan orang meski peristiwa tersebut terjadi tanpa curah hujan lebat.
Profesor Departemen Ilmu Atmosfer dan Lingkungan Universitas Albany, Mathias Vuille, menjelaskan bahwa banjir bandang di kawasan pegunungan dapat melibatkan bebatuan, es gletser, dan air, sementara penyusutan gletser serta pencairan permafrost dapat membuat material pegunungan semakin tidak stabil.
Berdasarkan pembaruan Kepolisian Nepal, jumlah korban tewas mencapai 389 orang, sedangkan 466 orang terluka dan berhasil diselamatkan.
Selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Shafa Maulita Maulana
Narator: Shafa Maulita Maulana
Video Editor: Shafa Maulita Maulana
Produser: Ervan Yudhi Tri Atmoko
#Peristiwa #Bencana ##DailyNews #BanjirNepal #BanjirBandang #Nepal #BencanaNepal #MathiasVuille #Gletser #Permafrost #Himalaya
Music: Iron Archive (AI)