KOMPAS.TV Banjir besar melanda Pelabuhan Gyirong di perbatasan Tiongkok dan Nepal. Arus lumpur dan air bah dahsyat menerjang pos perbatasan.
Rekaman memperlihatkan orang-orang bergegas mencari tempat aman sebelum arus lumpur dan air banjir menerjang pos perbatasan dan menenggelamkan area yang dipenuhi kendaraan.
Pihak berwenang setempat menyatakan bencana tersebut dipicu oleh tanah longsor di sisi perbatasan Nepal.
Presiden Tiongkok Xi Jinping memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan secara total. Pihak berwenang mengaktifkan tingkat tanggap darurat tertinggi kedua di negara tersebut.
Kepolisian Nepal melaporkan setidaknya 162 orang tewas setelah banjir bandang besar di wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok melanda sejumlah permukiman.
Bencana di Nepal dan Tibet bukanlah kejadian tunggal.
Sistem sungai Lhende Khola kini telah meluap dua kali dalam kurun waktu hanya 14 bulan.
Dan sistem es Himalaya yang semakin tidak stabil mengancam permukiman, infrastruktur serta pasokan air di salah satu wilayah terpadat di dunia.
Badan Pariwisata Nepal menyatakan 384 wisatawan hilang kontak di Rasuwa, 291 di antaranya merupakan warga negara asing.
Daftar awal menyebutkan wisatawan berasal dari India, Inggris, Amerika Serikat, Malaysia dan beberapa negara lainnya.
Sementara pihak berwenang Tiongkok menyatakan bahwa tanah longsor menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar dan masih ada orang yang belum ditemukan di Pelabuhan Gyirong.
Tim penyelamat terus mencari ratusan orang yang hilang setelah banjir bandang mematikan melanda wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok.
Baca Juga Potensi Banjir Susulan Nepal-China, Danau Bendungan Terancam Jebol di https://www.kompas.tv/internasional/687729/potensi-banjir-susulan-nepal-china-danau-bendungan-terancam-jebol
#banjir #tiongkok #nepal
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/687752/detik-detik-banjir-dahsyat-terjang-perbatasan-nepal-tiongkok-sapa-malam