Sebelum perang dengan Iran pecah pada 28 Februari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menerima peringatan mengenai konsekuensi yang mungkin muncul.
Intelijen memperkirakan Teheran dapat menutup Selat Hormuz dan menyerang pasukan maupun mitra Washington di Timur Tengah, sementara petinggi militer memperingatkan risiko korban jiwa, terkurasnya persenjataan, dan tekanan terhadap kesiapan militer AS. Trump tetap memilih serangan, tetapi perang kemudian berkembang jauh lebih panjang daripada yang diharapkan pemerintahannya.
Tekanan itu kini ikut menggoyang model kehadiran militer Amerika di Teluk. Pentagon tengah mengevaluasi jejak militernya setelah serangan Iran merusak sejumlah pangkalan, dengan opsi yang dilaporkan mencakup pengerahan pasukan lebih kecil dan tersebar atau memindahkan sebagian kekuatan lebih jauh ke barat. Belum ada keputusan resmi untuk menarik pasukan. Namun, evaluasi tersebut muncul ketika negara-negara kawasan mulai memperluas pilihan pertahanan mereka di luar ketergantungan tradisional terhadap Washington.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #MiliterIran #TrumpIran #RudalIran #Pentagon #MiliterAS #PerangIran
Music: Breaking Signal No 2 (AI)