Tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi merembet ke China karena besarnya hubungan perdagangan minyak Beijing dan Teheran.
Analisis Bruegel memperkirakan China mengimpor sekitar 1,4 juta barel minyak Iran per hari pada akhir 2025, sementara ancaman sanksi sekunder AS dapat ikut menyentuh kilang hingga sektor keuangan China. Beijing diperkirakan akan lebih dahulu menjaga perdagangan melalui jalur yang lebih hati-hati, memperluas penggunaan renminbi dan CIPS, memanfaatkan cadangan minyak, serta mencari pemasok alternatif.
Namun, jika tekanan Washington mulai menyentuh kepentingan inti China, Beijing memiliki sejumlah opsi balasan, mulai dari menyasar perusahaan AS, membatasi mineral penting, memperketat ruang bisnis Amerika, mempercepat pengurangan ketergantungan terhadap dolar, hingga memperkuat kerja sama dengan Rusia, Iran, dan negara-negara Global Selatan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Mochamad Sadheli (Marvel)
#Global #Konflik ##Kompascomlab #China #AmerikaSerikat #Iran #SanksiEkonomi #EconomicDDay #MinyakIran
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi