:

Akademisi Tanggapi Demo 27 Agustus, Budi Arie: Jangan Sampai Harapan Hilang | SATU MEJA

3 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Prof. Sulistyowati Irianto dari Forum Intelektual Antardisiplin atau FIAD menyoroti fenomena meningkatnya aksi masyarakat di berbagai daerah. 

Menurutnya, yang seharusnya menjadi perhatian bukan sekadar aksi demonstrasinya, melainkan alasan yang mendorong masyarakat turun ke jalan.

Maka Sulistyowati meminta pemerintah melihat persoalan dan tuntutan yang melatarbelakangi aksi tersebut.

Ia juga mengkritik anggapan bahwa demonstrasi selalu identik dengan anarkisme atau kerusuhan.

Sulistyowati menilai apabila terdapat pihak yang melakukan tindakan kriminal dalam aksi demonstrasi, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka siapa pelakunya.

Ia meminta agar tindakan sejumlah oknum tidak serta-merta dibebankan kepada mahasiswa.

Ia juga mengingatkan peran gerakan masyarakat sipil dalam sejarah Indonesia sebagai bagian dari fungsi kontrol terhadap kekuasaan.

Sementara itu, Aktivis ’98 Budi Arie Setiadi menilai kritik masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga dan memperkuat demokrasi.

Menurut Budi Arie, perkembangan teknologi digital membuat informasi dan kritik masyarakat semakin cepat tersebar. Karena itu, demokrasi harus mampu membuka ruang bagi kritik dan autokritik.

Budi Arie menilai kritik masyarakat diperlukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pemerintahan.

Di sisi lain, Deputi III Bakom RI Kurnia Ramadhana mengatakan pemerintah memahami adanya hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

Namun, ia juga menyebut pemerintah harus memastikan aksi berjalan tanpa mengganggu hak masyarakat lainnya.

Terkait rencana demonstrasi 27 dan 28 Agustus, Kurnia menegaskan pemerintah menjamin keamanan.

Kurnia mengatakan pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat yang memiliki keresahan terhadap kebijakan negara untuk menyampaikan pendapat.

 

Bagaimana menurut Anda? Tulis di kolom komentar. 

 

#demo #budiarie #bakom

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/687602/akademisi-tanggapi-demo-27-agustus-budi-arie-jangan-sampai-harapan-hilang-satu-meja

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Satu Meja The Forum
[FULL] Panglima TNI Tetapkan Siaga 1 Pasca Iran Diserang Israel-AS, Indonesia Terdampak? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Panglima TNI Siaga, DPR Ingatkan Jangan Overdosis Darurat Militer | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Purbaya Bantah Ekonomi Indonesia Krisis, DPR: Tidak Masuk Akal | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
DEBAT! Beda Pendapat Feri Amsari dan Qodari soal Siaga 1 TNI hingga Impor Beras | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Panglima TNI Tetapkan Siaga 1 Dampak Perang Iran VS Israel-AS, DPR: Too Early | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
[FULL] AS-Israel Serang Iran, Indonesia Akan Mundur dari Board of Peace demi Palestina? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Singgung Board of Peace dan Palestina, Pengamat Desak Presiden Prabowo Dengarkan Masukan | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
AS-Israel Serang Iran hingga Singgung BOP Proyek Bisnis, Indonesia Bisa Tinggalkan Trump? |SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Selat Hormuz Kembali Normal, Ancaman Krisis Energi Indonesia Mereda? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Eks Dubes Dian WIrengjurit Bongkar Penyebab Iran Berkali-kali Kecewa kepada Indonesia | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke