Gempa besar yang melanda wilayah NTT, 15 Agustus lalu meninggalkan trauma bagi sebagian warga yang terdampak.
Salah satu korban gempa NTT di Manggarai mengaku harta bendanya ludes, karena rumahnya mengalami kebakaran saat gempa melanda.
Bak pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Syamsir Abdulah harus mengalami dua musibah sekaligus.
Saat gempa melanda NTT, ia dan keluarganya tengah memasak.
Guncangan gempa yang kuat membuat panik, berakibat rumahnya mengalami kebakaran.
Warga yang rumahnya rusak, akibat gempa, masih bisa menyelamatkan sebagian harta bendanya.
Sementara keluarga Syamsir, seluruh harta bendanya, termasuk uang, perhiasan dan surat-surat berharga, ludes akibat kebakaran rumah yang terjadi saat gempa.
Polres Ngada menghadirkan layanan trauma healing, bagi warga terdampak gempa yang mengungsi di Posko Tanggap Bencana Polres Ngada di Kecamatan Riung.
Trauma healing dilakukan untuk membantu pengungsi mengurangi kecemasan, ketakutan dan tekanan psikologis pascagempa.
Pendampingan juga diberikan kepada anak-anak, melalui kegiatan menyenangkan, agar mereka kembali merasa aman dan gembira.
Kapolres Ngada AKBP Gede Harimbawa menegaskan penanganan pascabencana tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis masyarakat.
Baca Juga [FULL] Kepala BNPB Melapor Langsung ke Presiden Prabowo, Update Penanganan Pascagempa NTT di https://www.kompas.tv/regional/687567/full-kepala-bnpb-melapor-langsung-ke-presiden-prabowo-update-penanganan-pascagempa-ntt
#ntt #gempantt #trauma
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/687592/kisah-pilu-korban-gempa-ntt-rumah-terbakar-hingga-harta-benda-ludes-sapa-malam