KOMPAS.TV - Krisis air dampak kemarau panjang semakin meluas di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Banyak sumur warga yang mengering, hingga kini hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Seperti inilah suasana deretan galon dan jerigen milik warga diisi air bersih saat mendapatkan bantuan air bersih dari Yonif TP 449 Satria Hanggapati Sukoharjo, PMI, dan BPBD Sukoharjo di Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Saat ini, warga hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih. Jika tidak ada bantuan dropping air bersih yang datang, warga terpaksa membeli seharga Rp3.500 satu jerigen berisi sekitar 20 liter air.
Pihak desa telah berusaha mengatasi krisis air bersih ini dengan membuat sumur dalam, namun kondisi kemarau panjang usaha tersebut belum membuahkan hasil.
Saat ini krisis tersebut berdampak sekitar 250 kepala keluarga dan saat ini hanya bisa mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Sementara itu, kemarau panjang yang terjadi di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah, warga mengalami kesulitan air bersih selama berbulan-bulan. Saat bantuan datang, mereka langsung menyerbu sambil membawa wadah penampungan air.
Jika tak ada bantuan air bersih, warga harus mencari air hingga tiga kilometer ke aliran sungai yang belum kering. Bagi warga yang kurang mampu, lebih baik mencari sumber air yang jauh daripada harus membeli dengan harga mahal.
Kali ini bantuan air bersih datang dari Polsek Karangrayung, Polres Grobogan. Bantuan ini merupakan bagian dari bakti sosial, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dengan adanya bantuan air bersih, warga merasa sangat bersyukur. Warga berharap akan lebih banyak bantuan air bersih yang datang untuk menanggulangi kekeringan yang terjadi.
#kekeringan #krisisairbersih
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/687540/kekeringan-melanda-sukoharjo-dan-grobogan-warga-hanya-bisa-andalkan-bantuan-air-bersih