JAKARTA, KOMPS.TV - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, setidaknya masih ada 1.800 ton emas yang disimpan ‘di bawah bantal’ masyarakat.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menilai Bank Emas memiliki potensi strategis dalam mengoptimalkan kekayaan nasional. Keberadaan Bank Emas menjadi bagian dari upaya pemerintah agar komoditas emas Indonesia tidak berhenti pada aktivitas penambangan. Emas juga diharapkan dapat disimpan, diperdagangkan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Imbal hasil atau keuntungan seperti apa yang membuat masyarakat mengalihkan emas di bawah bantal ke dalam sistem perbankan? Simak ulasan Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Aulia, pada Rabu (26/8/2026) dalam program Kompas Bisnis.