KOMPAS.TV – Pemerintah Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengeluhkan minimnya sumber air dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah setempat meminta perusahaan di sekitar wilayah tersebut sigap membantu, terutama dalam memasok air untuk kebutuhan pemadaman.
Petugas dan relawan di Pendingin masih berjibaku memadamkan lahan yang terbakar di sejumlah lokasi. Minimnya sumber air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau mencapai lebih dari 16 ribu hektare sejak Januari hingga Agustus. Hingga saat ini, terdapat tujuh titik api di wilayah Riau. Sebanyak 600 petugas dikerahkan untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat. Tebalnya lahan gambut, tiupan angin yang kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi hambatan dalam pemadaman.
Di sisi lain, korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, berharap bantuan pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka yang kini tidak dapat ditempati.
Yustina Miung, warga Desa Ladur, Kabupaten Manggarai, kehilangan tempat tinggal setelah rumahnya rusak akibat gempa pada 15 Agustus 2026. Yustina selamat bersama enam anggota keluarganya dan kini bertahan di tenda pengungsian. Ia berharap pemerintah memberikan bantuan agar rumahnya dapat dibangun kembali, sementara suaminya sedang mencari penghidupan di perantauan.
#karhutla #kutai #riau #gempantt #flores #manggara
Baca Juga Pasca Gempa NTT, Polri Salurkan Sembako dan Air Mineral ke Warga Terdampak | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/687402/pasca-gempa-ntt-polri-salurkan-sembako-dan-air-mineral-ke-warga-terdampak-kompas-malam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/687410/karhutla-riau-capai-16-ribu-hektare-pemadaman-terkendala-sumber-air-berut