China melancarkan kritik tajam menyusul rencana Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump untuk memperkeras sanksi ekonomi dan menargetkan negara-negara mitra dagang yang masih bertransaksi dengan Iran. Kebijakan ini menempatkan China di garis depan dilema karena berstatus sebagai pembeli minyak terbesar Iran di dunia, sehingga terancam terkena dampak langsung dari penerapan sanksi sekunder tersebut.
Menanggapi ancaman itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing pada Senin, 24 Agustus 2026, menegaskan bahwa sanksi dan tekanan sepihak tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya memperburuk ketegangan serta mengancam stabilitas keuangan global.
Di tengah situasi tersebut, China menawarkan diri sebagai alternatif penengah dengan siap memimpin upaya pemulihan perdamaian di Timur Tengah berdasarkan usulan empat poin dari Presiden Xi Jinping, serta berjanji akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi hak dan kepentingan sah mereka.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Maria Utari Dewi
Produser: Marvel Dalty
Music: Wireline Bulletin No 2 (AI)
#global #perang #China #Iran #AmerikaSerikat #SanksiAmerika #SanksiIran #IranvsAmerika