KOMPAS.TV - Forum Komunikasi Rakyat Pati, atau F-K-R-P, datang ke Jakarta untuk beraudiensi dengan DPR RI.
Salah satu tuntutannya yakni percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Forum Komunikasi Masyarakat Pati mendorong percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga penindakan terhadap kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat Pati. Beberapa isu lain yang disampaikan di antaranya kesejahteraan petani, penguatan pers, dan tata kelola digital.
Dalam kesempatan ini, Forum Komunikasi Rakyat Pati menegaskan bahwa mereka bukan bagian dari kelompok atau aliansi masyarakat Pati lainnya yang berencana menggelar aksi demo di Jakarta.
Sementara, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menyebut pihaknya terbuka peluang untuk melakukan dialog bersama pihak terkait. Mereka tidak akan melakukan demo jika tuntutan mereka dipenuhi.
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu membantah aksi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memengaruhi iklim investasi di Kabupaten Pati. Menurut mereka, lingkungan sekitarnya masih kondusif.
Yang juga tengah menjadi sorotan, soal pemblokiran rekening milik aktivis Pati, Supriyono.
Supriyono menjelaskan soal awal mula rekening bank miliknya yang berisi uang pribadi dan donasi aksi senilai lebih dari 80 juta, diblokir menjelang demonstrasi di DPR.
Dana yang tersimpan pada salah satu bank pelat merah yang akan digunakan untuk menyewa bus dari Pati, berkaitan dengan demo yang akan digelar pada 27 Agustus 2026, hingga Minggu pukul 11 pagi masih terblokir.
Supriyono menyatakan, aksi blokir bukan hanya menyasar rekening pribadinya, namun akun media sosialnya.
#pati #dpr #aliansimasyarakatpatibersatu
Baca Juga TNI AD Bangun 9 Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih di Bali | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/687256/tni-ad-bangun-9-sumur-bor-untuk-atasi-krisis-air-bersih-di-bali-jurnal-nusantara
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/687258/rencana-dialog-dpr-dengan-aliansi-masyarakat-pati-bersatu-sapa-siang