PEKANBARU, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto meminta polisi, kejaksaan dan aparat intelijen menyelidiki korporasi yang diduga terlibat pembakaran hutan dan lahan.
Prabowo menegaskan, izin seluruh korporasi bisa dicabut jika ditemukan indikasi keterlibatan dalam pembakaran.
Permintaan ini disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Lanud Rusmin Nuryadin, Pekanbaru, Riau.
Presiden meminta aparat mencegah pembakaran lahan secara sengaja, termasuk dengan memberikan edukasi kepada masyarakat di tingkat desa.
Masyarakat yang membutuhkan lahan untuk pertanian, diminta melapor kepada pemerintah daerah agar pembukaan lahan dapat dilakukan dengan cara yang aman.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan, sepanjang tahun 2026 polisi menangani 33 laporan dengan 36 tersangka. Luas lahan yang terbakar dalam kasus tersebut mencapai lebih dari 806 hektar.
Herry menyebut, seluruh kasus karhutla yang ditangani disebabkan faktor manusia.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan modus masyarakat yang berada di lokasi dengan alasan memancing, padahal tidak memiliki kebun atau aktivitas memancing di area tersebut.
Presiden meminta orang yang menggunakan modus pura-pura memancing saat melakukan pembakaran lahan dibawa ke Jakarta, untuk didalami motifnya sekaligus memastikan ada tidaknya keterlibatan korporasi.
Baca Juga Karhutla Pelalawan Meluas, 700 Hektare Lahan Gambut Terbakar dan Sekolah Diliburkan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/687211/karhutla-pelalawan-meluas-700-hektare-lahan-gambut-terbakar-dan-sekolah-diliburkan-sapa-malam
#karhutla #prabowo #riau
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/687215/soal-pembakaran-hutan-prabowo-cabut-izin-korporasi-yang-terlibat-karhutla-sapa-malam