Ekonom senior CELIOS, Media Wahyudi Askar, menyoroti ironi ketimpangan ekonomi di Indonesia salah satunya imbas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Keduanya dianggap Media sebagai proyek kanibal yang bukan menambah lapangan kerja, namun membawa masalah bagi pengusaha kecil terrutama di desa. Hal itu diungkap Media dalam siniar Filonomics di kanal YouTube Kompas.com, Kamis (20/8/2026).
"(Kebijakan) sekarang jangka pendek dan kanibal. Jadi merekrut manager kopdes, namun kemudian warung kelontong yang lain tutup jadinya. Pada saat yang sama orang kehilangan pekerjaan karena Kopdes dan MBG itu," ungkap Media.
Menurutnya, pemerintah seharusnya memprioritaskan masyarakat yang mengalami kesulitan parah dengan menggelontorkan anggaran untuk Balai Latihan Kerja (BLK) serta program penyerapan tenaga kerja yang efektif, ketimbang menjalankan kebijakan populis seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Media juga mengkritisi celah dalam keputusan Mahkamah Konstitusi yang membuat anggaran pendidikan tetap terdampak program MBG, seraya menegaskan agar pemerintah tidak berlindung di balik regulasi yang seolah pro-rakyat, melainkan memperkuat perannya sebagai pengatur arus ekonomi yang adil ke depannya.
Simak selengkapnya dalam tayangan FILONOMICS berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=m8WemZqMnKQ
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#politik #pemerintah ##kompascomlab #MBG #Kopdes #CELIOS #KoperasiMerahPutih #KopdesMerahPutih #KDMP