Tekanan dan sanksi bertubi-tubi dari Washington rupanya tidak mampu meredam laju pembenahan militer Iran, yang justru semakin lihai meracik dan memproduksi persenjataan baru dengan lonjakan kapasitas hingga tiga kali lipat.
Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hossein Mohebbi bersama Wakil Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik menegaskan bahwa Iran siap menurunkan generasi hulu ledak yang lebih presisi dan mematikan seperti penggunaan rudal berhulu ledak tandan (cluster) serta modifikasi hibrida antara badan pendorong Haj Qassem dan hulu ledak Kheibar Shekan atau Fattah untuk mengantisipasi konflik lanjutan di kawasan Teluk.
Di tengah adaptasi strategi tempur tersebut, kolumnis Robert Kagan dalam artikel The Atlantic menilai bahwa peta kekuatan kawasan kini bergeser, di mana Iran mulai mendominasi melalui kemampuan mengguncang infrastruktur energi, mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz, serta memanfaatkan menipisnya persediaan pencegat militer Amerika Serikat.
Kondisi ini membuat negara-negara tetangga seperti Arab Saudi memilih jalan aman dengan menjalin pakta strategis alternatif, sementara Teheran semakin leluasa melanjutkan program nuklirnya di tengah ruang gerak Washington yang kian terbatas.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #Iran #AmerikaSerikat #RudalIran #Rudal