BANJARBARU, KOMPAS.TV - Warga Banjarbaru, Kalimantan Selatan saat ini mengaku harus menghirup udara tercemar serta terancam kecelakaan akibat jarak pandang terbatas, yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan.
Warga di Jalan Jurusan Pelaihari bilang, dampak kabut asap yang dipicu dari karhutla sangat dirasakan setiap pagi hingga memicu kecelakaan serta gangguan sesak napas.
Di sisi lain, WALHI Kalimantan Selatan mengungkap temuan, bahwa maraknya karhutla tak lepas dari aktivitas konsesi skala besar.
Penggunaan pompanisasi air oleh perusahaan untuk kanal mereka, memicu kekeringan ekstrem di luar area konsesi hingga lahan mudah terbakar dan sulit dipadamkan.