:

Terdampak Kabut Asap Karhutla dari Indonesia, Sejumlah Sekolah di Malaysia Libur | KOMPAS PETANG

4 jam lalu

MALAYSIA, KOMPAS.TV - Malaysia dilanda kabut asap yang semakin parah akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, yang diperburuk kondisi cuaca kering dan fenomena El Nino yang semakin intensif.

Kualitas udara tidak sehat tercatat terjadi di wilayah sekitar Kuala Lumpur dan sebagian wilayah Sarawak.

Kabut abu-abu tipis menyelimuti Kuala Lumpur, termasuk sejumlah landmark ikonik seperti Menara Kembar Petronas dan Menara Kuala Lumpur.

Akibat kabut asap, sejumlah daerah di Sarawak, Malaysia, meliburkan peserta didik pada 20 hingga 21 Agustus 2026 karena kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Terkait dampak kabut asap yang memasuki wilayah Malaysia, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia cukup rumit karena luasnya area yang terbakar.

Marwan menekankan, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga memiliki peran dalam upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta Malaysia dan Singapura turut mengambil peran dalam upaya pencegahan karhutla.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, semakin mendekati permukiman warga.

Sebanyak 12 kecamatan terdampak kebakaran hutan dan lahan. Kasus terbanyak terjadi di wilayah Teluk Bayur dengan 26 kejadian, yang menyebabkan api semakin mendekati permukiman warga.

Pemadaman semakin sulit dilakukan karena sejumlah titik karhutla sulit dijangkau. Cuaca terik dan angin kencang juga mempercepat penyebaran api.

Data Damkar sementara mencatat 170 kejadian kebakaran hutan dan lahan sejak Januari 2026. Kasus terbanyak terjadi pada Juli hingga Agustus.

Untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera, Satgas Udara melakukan pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing atau penjatuhan air melalui helikopter.

Pemadaman menggunakan water bombing dilakukan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dan Provinsi Riau pada Jumat lalu.

BNPB memetakan enam provinsi sebagai prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan, di antaranya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau. Risiko karhutla diprediksi masih tinggi hingga September 2026.

Sementara itu, di Kecamatan Liang Anggang, petugas mempercepat pemadaman api yang mendekati tepi jalan agar tidak merembet hingga mengganggu akses jalur utama.

Tak berselang lama, titik api juga muncul di sekitar kawasan pergudangan Kota Banjarbaru.

Api hampir mengenai gudang penyimpanan es krim. Namun, petugas dengan cepat berhasil memadamkan api meski sempat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Baca Juga Presiden Prabowo Pimpin Operasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/686940/presiden-prabowo-pimpin-operasi-penanganan-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kalimantan-kompas-petang

#malaysia #kabutasap #kalimantan #kebakaranhutan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686941/terdampak-kabut-asap-karhutla-dari-indonesia-sejumlah-sekolah-di-malaysia-libur-kompas-petang

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke