Selama tujuh dekade, Amerika Serikat berulang kali berupaya menundukkan Iran melalui berbagai intervensi mulai dari kudeta senyap CIA terhadap Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada tahun 1953 yang mengembalikan kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi, hingga serangkaian tekanan militer di masa kini.
Alih-alih meredam ketegangan, kebijakan campur tangan tersebut justru menumbuhkan sentimen anti-Barat yang mendalam, melahirkan Revolusi Islam 1979 di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini, dan membentuk Garda Revolusi Iran (IRGC) menjadi kekuatan militer yang jauh lebih tangguh dan sulit dijinakkan.
Di tengah situasi saat ini, para pengamat seperti Andreas Krieg dan Negar Mortavezi menilai bahwa Washington kembali terjebak dalam lingkaran setan perang abadi tanpa strategi yang matang, sementara Iran terbukti piawai mengulur waktu dan memulihkan kekuatannya. Alih-alih membawa kemenangan, kebijakan intervensi yang terus diulang justru membuat Amerika Serikat kesulitan mengisi ulang amunisi dan terancam terjebak dalam perundingan yang tak berujung di tengah perlawanan Teheran yang kian agresif.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #AmerikaSerikat #Iran #ArabSaudi #Oman