JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Departemen Kajian Strategis BEM UI, Namora Siahaan, mengatakan sejak awal terdapat upaya yang dirasakan untuk mengikis gerakan mahasiswa.
Keputusan mahasiswa menarik diri saat aksi unjuk rasa Selasa (18/8/2026) bukan disebut sebagai akhir perjuangan.
Namora mengatakan mahasiswa menggelar aksi sebagai ruang untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai sikap pemerintah terhadap kritik dan demonstrasi.
Setelah merasa tujuan penyampaian pesan telah tercapai, mahasiswa memutuskan menarik massa. Namun, Namora menegaskan gerakan akan kembali diperkuat melalui konsolidasi.
Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fahd Pahdepie, menegaskan pemerintah tidak menghalangi demonstrasi.
“Ya kalau menghalangi kan tidak boleh dilakukan unjuk rasa, tidak boleh dilakukan demonstrasi penyampaian pendapat. Faktanya adalah terjadi demonstrasi, terjadi penyampaian pendapat dan bahkan kami mendengar juga dan kami juga menganalisis, mempelajari 8 tuntutan yang disampaikan. Jadi menghalangi tidak ada,” ungkapnya.
Menurut Fahd, faktanya demonstrasi dan penyampaian pendapat tetap berlangsung.
Fahd juga menilai pencapaian tujuan penyampaian aspirasi tidak semata-mata ditentukan oleh lokasi aksi.
Menurutnya, yang lebih penting adalah apakah pendapat dan aspirasi mahasiswa didengar.
Fahd mengatakan tuntutan mahasiswa telah menjadi bahan kajian pemerintah.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/h4gCeXB5HRg
#demo #mahasiswa #bundaranhi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/686666/mahasiswa-mundur-usai-sampaikan-tuntutan-demo-bakom-tidak-ada-menghalangi-aksi-rosi