JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Departemen Kajian Strategis BEM UI, Namora Siahaan, mengungkap sejumlah kendala yang dialami pihaknya sebelum aksi unjuk rasa pada Selasa (18/8/2026) berlangsung.
Salah satunya terkait penyediaan mobil komando atau mokom.
Namora mengatakan pihaknya telah menghubungi enam vendor, namun seluruhnya menolak dengan alasan yang berbeda.
Menurut Namora, salah satu sopir mobil komando kemudian menyampaikan alasan penolakan tersebut.
BEM UI akhirnya memilih membuat mobil komando sendiri menggunakan mobil dan perangkat sound system.
Kendala lain disebut terjadi pada transportasi mahasiswa.
Namora menyebut, hingga H-1, sebanyak 24 Kopaja masih dapat digunakan untuk mengangkut massa aksi. Namun, pada pagi hari, rencana tersebut dibatalkan secara sepihak.
Namora mengatakan pemilik Kopaja disebut berada dalam pengawasan Dinas Perhubungan dan dilarang mengangkut massa mahasiswa.
Meski demikian, BEM UI menegaskan tidak menyalahkan pemilik maupun sopir Kopaja.
BEM UI menilai kondisi tersebut tidak wajar karena pihaknya mengaku telah menyampaikan pemberitahuan aksi kepada Polda Metro Jaya sejak jauh-jauh hari.
Di sisi lain, Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fahd Pahdepie, menegaskan pemerintah tidak memiliki kebijakan untuk menghalangi penyampaian pendapat.
Fahd mengatakan pemerintah telah mendengar dan mempelajari tuntutan mahasiswa, termasuk delapan tuntutan yang disampaikan BEM UI.
Ia juga menyebut aksi tetap berlangsung dan penyampaian pendapat tetap dilakukan.
Namun, massa mahasiswa tidak sampai ke Bundaran HI yang disebut sebagai target utama aksi.
Terkait keputusan di lapangan, Fahd mengatakan aparat memiliki pertimbangan tersendiri.
Menurutnya, penilaian teknis dan pengambilan keputusan saat demonstrasi berlangsung berada pada aparat kepolisian yang bertugas melakukan pengamanan.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/h4gCeXB5HRg
#demo #mahasiswa #bundaranhi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/686665/kesaksian-mahasiswa-ui-24-kopaja-batal-angkut-massa-demo-ini-alasannya-rosi