JAKARTA, KOMPAS.TV - Golongan masyarakat sejahtera dan paling sejahtera atau yang selama ini masuk dalam desil ekonomi 9-10 rencananya akan dibatasi pemerintah untuk membeli BBM bersubsidi.
Namun, polemik muncul karena adanya keluhan dari warga yang masuk dalam data desil 9 dan 10, meskipun merasa pendapatannya tak sesuai.
Demikian juga sebaliknya, warga berpenghasilan tinggi terdata di desil bawah. Apakah karena kekeliruan input data, dan apa dampaknya?
Kita akan bahas bersama Luqman Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR dan juga Pengamat Kebijakan publik Trubus Rahardiansyah.