KOMPAS.TV - Setelah tekanan militer dan upaya diplomasi antara Iran dan AS belum berhasil, Presiden Donald Trump kini malah mengumumkan apa yang disebutnya sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan terhadap Iran.
Trump tak hanya menargetkan ekonomi Iran. Negara-negara yang memberikan dukungan ekonomi atau menjadi jalur perdagangan bagi Teheran juga diancam akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat.
Pertanyaannya, sejauh mana sanksi ekonomi mampu memaksa Iran menyerah? Atau justru memperluas konflik dengan menyeret negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama Iran seperti Tiongkok dan Rusia?
Untuk membaca arah konflik dan dampak geopolitiknya, kita bahas bersama Heribertus Jaka Triyana, Guru Besar Hukum Internasional UGM, dan Fauzia Cempaka Timur, Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.