JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tudingan bahwa Indonesia melakukan transshipment untuk membantu China menghindari tarif Amerika Serikat.
Airlangga menegaskan Indonesia merupakan negara berbasis industri, bukan negara yang mengandalkan aktivitas pelabuhan untuk transshipment.
Dalam doorstop tersebut, Airlangga juga menanggapi sejumlah isu ekonomi lainnya, termasuk tawaran teknologi kendaraan listrik dari Jerman, pengembangan ekosistem semikonduktor, evaluasi data desil ekonomi, serta penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk kebijakan bantuan sosial.
Pemerintah menyebut survei ekonomi yang sedang berjalan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbarui data tersebut.