:

Pascagempa NTT: Warga Nagekeo Tinggalkan Desa, Ngungsi Mandiri dan Tunggu Bantuan | KOMPAS SIANG

2 minggu lalu

NTT, KOMPAS.TV - Desa pesisir utara di Kabupaten Nagekeo, yaitu Desa Marapokot, ditinggalkan masyarakat pascagempa.

Warga terdampak gempa mengungsi ke tempat aman. Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, hanya berjarak 30 kilometer dari pusat gempa yang berada di timur laut Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, Desa Tungguramba, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, NTT jadi salah satu lokasi terdampak parah akibat gempa.

Salah satu korban bencana bercerita, ia dan warga desa lain masih tinggal secara swadaya yang mereka buat karena lokasi pengungsian yang jauh. Mereka pun berharap bantuan segera tiba di desa mereka.

Aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional, Ahmad Yohan, sebut warga terdampak gempa masih membutuhkan bantuan, baik makanan, selimut, hingga kebutuhan seperti popok untuk anak-anak.

Sementara Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian sekaligus pakar gempa Institut Teknologi Bandung, Prof. Irwan Meilano, ungkap dua pekan pascagempa, masih akan ada gempa susulan hingga radius 50 kilometer dari titik pusat gempa.

Warga pun tetap diminta waspada.

Baca Juga [FULL] Viral! Desil untuk Subsidi, LPEM UI Soroti Akurasi-Daya Beli Kelas Menengah | KOMPAS BISNIS di https://www.kompas.tv/nasional/686514/full-viral-desil-untuk-subsidi-lpem-ui-soroti-akurasi-daya-beli-kelas-menengah-kompas-bisnis

#gempa #ntt #gempantt #flores #pengungsian

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686520/pascagempa-ntt-warga-nagekeo-tinggalkan-desa-ngungsi-mandiri-dan-tunggu-bantuan-kompas-siang

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke