:

Anggaran TKD Dipangkas, Daerah Tercekik: APKASI Minta Formula Baru | SATU MEJA

4 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua APKASI periode 2025-2030, Bursah Zarnubi, menilai diperlukan formula baru agar pemerintah pusat tetap dapat menjalankan program prioritas, tetapi daerah juga memiliki ruang fiskal yang cukup.

Salah satu yang diusulkan adalah perubahan skema bagi hasil.

Bursah juga mengusulkan agar daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam mendapatkan ruang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan daerah, mulai dari sawit hingga batu bara.

Bursah mengusulkan mekanisme penerimaan tertentu berdasarkan produksi komoditas di daerah. Menurut Bursah, skema tersebut akan membuat pemerintah daerah memiliki ruang untuk menyusun kekuatan fiskalnya sendiri.

Namun, Bursah juga mengakui persoalan daerah bukan hanya terletak pada besaran anggaran Transfer ke Daerah (TKD).

Ia menilai pemerintah daerah juga harus memiliki strategi dan inovasi.

Bursah menilai ketergantungan terhadap TKD dapat membuat pemerintah daerah kehilangan dorongan untuk berinovasi.Bagi Bursah, peningkatan kemandirian fiskal daerah harus berjalan bersamaan dengan reformulasi TKD.

Usulan tersebut mendapat respons dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong.

Bahtra mengatakan aspirasi mengenai TKD memang terus disampaikan pemerintah daerah kepada Komisi II DPR RI.

Bahtra menilai salah satu kunci penyelesaian persoalan fiskal daerah adalah mengubah pola penyusunan APBD agar lebih berbasis pada potensi daerah.

Menurut Bahtra, besarnya dana transfer tidak akan otomatis membuat daerah berkembang jika tidak dibarengi perubahan pola pikir dan inovasi pemerintah daerah.

Sementara itu, Pakar Otonomi Daerah Prof. Djohermansyah Djohan mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melihat persoalan TKD dari sisi efisiensi.

Jika pemangkasan terus berlanjut, kemampuan sejumlah pemerintah daerah untuk menjalankan pelayanan publik bisa semakin terbatas.

 

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar. 

Selengkapnya saksikan di sini: 

https://youtu.be/8UgdIaAw_X4


 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/686468/anggaran-tkd-dipangkas-daerah-tercekik-apkasi-minta-formula-baru-satu-meja

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Satu Meja The Forum
[FULL] Panglima TNI Tetapkan Siaga 1 Pasca Iran Diserang Israel-AS, Indonesia Terdampak? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Panglima TNI Siaga, DPR Ingatkan Jangan Overdosis Darurat Militer | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Purbaya Bantah Ekonomi Indonesia Krisis, DPR: Tidak Masuk Akal | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
DEBAT! Beda Pendapat Feri Amsari dan Qodari soal Siaga 1 TNI hingga Impor Beras | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Panglima TNI Tetapkan Siaga 1 Dampak Perang Iran VS Israel-AS, DPR: Too Early | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
[FULL] AS-Israel Serang Iran, Indonesia Akan Mundur dari Board of Peace demi Palestina? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Singgung Board of Peace dan Palestina, Pengamat Desak Presiden Prabowo Dengarkan Masukan | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
AS-Israel Serang Iran hingga Singgung BOP Proyek Bisnis, Indonesia Bisa Tinggalkan Trump? |SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Selat Hormuz Kembali Normal, Ancaman Krisis Energi Indonesia Mereda? | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Eks Dubes Dian WIrengjurit Bongkar Penyebab Iran Berkali-kali Kecewa kepada Indonesia | SATU MEJA
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke