Gempa NTT menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Hingga 18 Agustus 2026, BNPB mencatat 70 orang meninggal dunia, 1.184 orang luka-luka dan lebih dari 40 ribu jiwa mengungsi.
Berdasarkan data Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB per 18 Agustus 2026 pukul 17.00.
Jumlah korban meninggal akibat gempa NTT sebanyak 70 orang dan korban luka 1.184 orang.
Sementara jumlah warga terdampak yang mengungsi mencapai 40.216 jiwa.
BNPB bersama tim gabungan menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Bantuan dikirim melalui jalur laut untuk menembus akses wilayah kepulauan yang masih terkendala.
Ferry KMP Ile Ape membawa logistik dan kebutuhan dasar, tiba di Pulau Palue Senin (17/8/2026) sore.
Bantuan terdiri dari tenda keluarga, matras, genset, sembako, beras, air minum, selimut serta perlengkapan kesehatan dan kebutuhan anak.
Setelah dibongkar, bantuan kemudian didistribusikan melalui jalur darat yang masih rusak akibat gempa.
Meski akses sulit, tim gabungan terus berupaya memastikan bantuan sampai langsung ke masyarakat terdampak.
Selain logistik, delapan tenaga medis juga diterjunkan untuk membantu pelayanan kesehatan warga.
Sementara itu, desa pesisir utara di Kabupaten Nagekeo yaitu Desa Marapokot, ditinggalkan masyarakat pascagempa.
Warga terdampak gempa mengungsi ke tempat aman.
Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa hanya berjarak 30 kilometer dari pusat gempa yang berada di timur laut, Kabupaten Nagekeo.
Baca Juga FULL! Bupati Manggarai & BNPB Soal Gempa NTT: 40 Ribu Pengungsi Kurang Tenda-Obat | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/video/686307/full-bupati-manggarai-bnpb-soal-gempa-ntt-40-ribu-pengungsi-kurang-tenda-obat-kompas-pagi
#gempa #ntt #bnpb
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/686314/bnpb-kirim-bantuan-logistik-ke-pulau-palue-yang-terdampak-gempa-ntt-sapa-pagi