JAKARTA, KOMPAS.TV - Tiga hari pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, warga terdampak masih menghadapi keterbatasan tempat berlindung dan kebutuhan dasar.
Daerah Manggarai, sebagian warga terpaksa membangun tenda secara mandiri karena tenda pengungsian terpusat penuh. Kebutuhan mendesak yang disampaikan pemerintah daerah meliputi tenda layak, selimut, sembako, obat-obatan, listrik, dan air bersih.
Baca Juga UPDATE! BNPB-Basarnas Soal Korban Gempa NTT Bertambah: 70 Wafat, 1.182 Luka-luka, 40 Ribu Mengungsi di https://www.kompas.tv/video/686292/update-bnpb-basarnas-soal-korban-gempa-ntt-bertambah-70-wafat-1-182-luka-luka-40-ribu-mengungsi
BNPB mencatat hingga 18 Agustus 2026 terdapat 70 korban meninggal dunia, lebih dari 1.100 korban luka, dan sekitar 40.216 warga mengungsi. Pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat distribusi bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara, sekaligus memperkuat layanan kesehatan dan rumah sakit lapangan.
Bupati Manggarai Herybertus Nabit dan Plt Kapusdatin BNPB Berton Pandjaitan membahas kondisi terkini pengungsi, kendala distribusi bantuan, hingga rencana penanganan trauma dan hunian sementara bagi warga terdampak.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/686307/full-bupati-manggarai-bnpb-soal-gempa-ntt-40-ribu-pengungsi-kurang-tenda-obat-kompas-pagi