:

Kesaksian Warga Pascagempa NTT, Bertahan di Pengungsian Sambil Menanti Bantuan | BERUT

3 minggu lalu

KOMPAS.TV – Akses jalur darat yang masih sulit dilalui membuat Tim SAR gabungan mengevakuasi tiga korban luka pascagempa Flores melalui jalur udara. Menggunakan helikopter Dauphin, korban dijemput dari Posko Utama Satar Kampas, Manggarai Timur, untuk mendapat penanganan medis segera akibat patah tulang dan dislokasi.

Basarnas terus bersiaga di wilayah terdampak, termasuk Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo. Berdasarkan data BNPB per 18 Agustus 2026 pukul 17.00, korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 70 orang, korban luka 1.184 orang, sementara 40.216 warga mengungsi.

Desa Tungguramba, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Sejumlah warga masih bertahan di tempat pengungsian yang dibuat secara swadaya karena lokasi pengungsian cukup jauh. Mereka berharap bantuan segera tiba.

Warga yang mengungsi di tenda bantuan dari Batalyon Infanteri 834/WM juga belum berani pulang karena gempa susulan masih terjadi. Meski bantuan telah masuk, warga masih membutuhkan air bersih dan MCK.

#gempa #ntt #manggarai #nagekeo #basarnas #bnpb

Baca Juga Penampakan Langsung Tenda Pengungsian Korban Gempa NTT, Minim Penerangan | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/686243/penampakan-langsung-tenda-pengungsian-korban-gempa-ntt-minim-penerangan-berut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686245/kesaksian-warga-pascagempa-ntt-bertahan-di-pengungsian-sambil-menanti-bantuan-berut

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke