Iran mengubah strategi menghadapi Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memberi sinyal bahwa Teheran siap beralih dari strategi defensif menuju langkah yang lebih ofensif jika konflik kembali memanas.
Di tengah kebuntuan diplomasi dan ketegangan di Selat Hormuz, Iran juga memperkuat pertahanan untuk menghadapi kemungkinan operasi darat Amerika. Namun, perang darat di Iran bukan perkara mudah bagi Washington.
Medan Pegunungan Zagros, kebutuhan pasukan dalam jumlah besar, persoalan logistik, hingga pengalaman pahit Amerika dalam Perang Irak menjadi beban strategis yang sulit diabaikan. Bahkan, sejumlah perkiraan menyebut operasi untuk menguasai kawasan strategis seperti Bandar Abbas dan Selat Hormuz membutuhkan kekuatan jauh lebih besar dari pasukan yang saat ini berada di kawasan.
Lalu, apakah Donald Trump benar-benar berani membuka babak baru dengan mengirim pasukan darat ke Iran? Atau justru taktik baru IRGC membuat Washington harus berpikir ulang?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #Iran #IRGC #SelatHormuz #TrumpIran #MojtabaKhamenei #PerangIran
Music: Inception - Aakash Gandhi