Iran disebut memanfaatkan masa tenang setelah MoU dengan Amerika Serikat pada Juni 2026 untuk memperkuat persiapan militer. Menurut laporan The Wall Street Journal pada Minggu, 16 Agustus 2026, Teheran meningkatkan produksi rudal dan drone, memperkuat IRGC, serta memperluas operasi intelijen karena menilai konflik dengan AS dan Israel masih jauh dari selesai.
Di saat diplomat Iran tetap berunding dengan AS, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei disebut memperkuat jaringan sekutu di Irak, Yaman, dan Lebanon serta menyiapkan sejumlah skenario eskalasi. Kondisi ini membuat negara-negara Teluk meningkatkan kewaspadaan karena khawatir masa tenang tersebut justru menjadi persiapan menuju konfrontasi yang lebih besar.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Arini Kusuma Jati
Narator: Arini Kusuma Jati
Video Editor: Dina rahmawati
Produser: Arini Kusuma Jati
Music:Don't Look Inside - Biz Baz Studio
#Global #Perang ##cclabs #KonflikIranAS #PerangASIranIsrael