JAKARTA, KOMPAS.TV - Advokat Indonesia-Australia Denny Indrayana mempertanyakan dokumen yang menjadi dasar pemenuhan syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden.
Denny meminta bukti dokumen yang menunjukkan Gibran telah menyelesaikan pendidikan setara SMA.
Maka, ia mempertanyakan dokumen yang dapat menunjukkan bahwa Gibran telah memenuhi persyaratan tersebut.
Ketua Umum Militan Gibran Nusantara Andi Azwan kemudian menjawab bahwa dokumen penyetaraan pendidikan tersebut sudah ada.
Andi kembali menegaskan bahwa dokumen keterangan penyetaraan tersebut telah tersedia dan dapat diperiksa di kementerian.
Denny menanggapi dengan memberikan contoh pengalaman pribadinya terkait dokumen pendidikan yang diperoleh dari luar negeri. Ia kemudian menyebut pendidikan S2 dan S3 yang ditempuhnya di Amerika Serikat dan Australia.
Denny kemudian menegaskan bahwa pembahasan yang sedang dipersoalkan bukan pendidikan S2 atau S3, melainkan pendidikan SMA.
Ia mempertanyakan dokumen yang menjadi dasar proses penyetaraan pendidikan SMA Gibran.
Denny kembali menekankan bahwa dirinya membuat sayembara untuk mendorong pembuktian dokumen tersebut.
Sementara itu, Andi Azwan menilai persoalan tersebut sebenarnya sudah selesai karena proses terkait Gibran telah melalui pemeriksaan berdasarkan aturan yang berlaku.
Andi juga menyebut proses tersebut telah diperiksa berdasarkan aturan yang berlaku, termasuk oleh KPU.
Andi menilai sayembara yang dibuat Denny memiliki unsur politik. Persoalan tersebut tidak terlepas dari polemik ijazah Joko Widodo dan Gibran.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://www.youtube.com/watch?v=LSRN9sqT1K0
#gibran #ijazah #wapres
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/685714/debat-denny-indrayana-tantang-bukti-ijazah-sma-gibran-andi-azwan-singgung-unsur-politik-rosi