Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketidakadilan harga komoditas strategis seperti minyak mentah sawit yang sebelumnya dijual jauh lebih murah di dalam negeri dibandingkan harga bursa internasional di Rotterdam, Belanda, sehingga membuat Indonesia kehilangan potensi nilai yang besar. Menanggapi kerugian tersebut, pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal untuk memproses dan memantau ekspor komoditas guna menghentikan praktik yang dianggap merugikan bangsa.
Sejak beroperasi pada 1 Juni 2026, DSI telah mengelola lebih dari 6.000 transaksi ekspor untuk tiga komoditas strategis batu bara, kelapa sawit, dan besi baja senilai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp 249 triliun dalam kurun waktu 2 bulan 13 hari. Melalui pengawasan ketat yang mencakup puluhan pelabuhan, sistem ini berhasil menemukan potensi tambahan devisa sebesar 5 miliar dolar AS, dan ke depan pemerintah berencana memperluas pengelolaan tersebut ke seluruh komoditas ekspor strategis agar kekayaan alam benar-benar memberikan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#politik #pemerintah ##kompascomlab #Prabowo #PrabowoSubianto #DSI #Danantara #DanantaraSumberdayaIndonesia #Sawit