JAWA BARAT, KOMPAS.TV - BMKG memprediksi Indonesia berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dari biasanya akibat pengaruh fenomena El Nino kuat hingga sangat kuat.
Dalam data yang disampaikan, sejumlah wilayah Indonesia telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 100 hari, dengan HTH ekstrem panjang tercatat di 333 titik.
Puncak musim kemarau secara umum diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, sementara 48,77 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang dari biasanya.
Baca Juga FULL! Purbaya hingga Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Emas 23,7 Kg, Diduga Terkait Tambang Ilegal di https://www.kompas.tv/video/685452/full-purbaya-hingga-bea-cukai-bongkar-penyelundupan-emas-23-7-kg-diduga-terkait-tambang-ilegal
Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai kondisi tersebut harus menjadi early warning bagi pemerintah dan masyarakat untuk segera menyiapkan langkah mitigasi.
Sejumlah sektor vital seperti pertanian, ketersediaan air bersih, dan energi dinilai sensitif terhadap dampak kemarau panjang. Di sisi lain, terdapat sektor yang berpotensi mendapatkan peluang, seperti perikanan tangkap, tambak garam, dan energi surya.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/685459/full-itb-soroti-el-nino-ekstrem-mengintai-bmkg-prediksi-kemarau-lebih-panjang-di-indonesia