JAKARTA, KOMPAS.TV - Eksumasi jenazah Sutrimo menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kematian mantan pegawai di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Dalam dialog bersama Budi Sampurna dari Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) dan Susno Duadj selaku Kabareskrim Periode 2008-2009, dibahas pemeriksaan toksikologi, histopatologi, DNA, hingga pemeriksaan patologi untuk memastikan apakah kematian Sutrimo berlangsung secara wajar atau terdapat indikasi tindak pidana.
Tim forensik juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan membutuhkan waktu.
Baca Juga Prabowo Ungkap Negara Lain Heran Lihat Indonesia, Sebut Rakyat Masih Banyak yang Miskin di https://www.kompas.tv/video/685431/prabowo-ungkap-negara-lain-heran-lihat-indonesia-sebut-rakyat-masih-banyak-yang-miskin
Susno Duadji menilai hasil forensik sangat penting untuk menentukan arah penyidikan, sementara Budi Sampurna menjelaskan bahwa jeda waktu dapat memengaruhi kondisi jaringan maupun kemungkinan deteksi zat tertentu.
Selain hasil ekshumasi, keberadaan barang pribadi Sutrimo seperti handphone, dompet, kartu ATM, pakaian, dan dokumen pribadi juga menjadi perhatian karena berpotensi membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa kematian.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/685450/full-susno-duadji-pdfmi-kupas-hasil-ekshumasi-jenazah-kematian-sutrimo-kompas-malam