:

[FULL] Prof Hibnu & Ahli Forensik Soal Ekshumasi Jenazah Sutrimo Buntut Pengusutan Penyebab Kematian

13 jam lalu

KOMPAS.TV - Polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam Sut­rimo, karyawan eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Pembongkaran makam Sut­rimo atau ekshumasi dilakukan untuk mencari tahu kematian Sut­rimo, merupakan kematian natural atau tidak natural.

Ekshumasi selama 3,5 jam, melibatkan spesialis forensik medikolegal, Lab Forensik, Lab Toksikologi UI dan Unair, serta ahli DNA. Puluhan sampel diambil untuk dibawa ke laboratorium.

Keluarga Sut­rimo tidak menghadiri pembongkaran makam. Keputusan ini didasarkan pada kondisi psikologis, sehingga ekshumasi hanya diwakili kuasa hukum.

Kuasa hukum keluarga menyebut, secara umum jenazah dalam kondisi baik sehingga memudahkan upaya pencarian penyebab kematian.

Mewakili eks Jampidsus Febrie Adriansyah, kuasa hukumnya menyampaikan dukacita atas meninggalnya Sut­rimo.

Pihak keluarga menyebut, Sut­rimo selama ini diketahui mengalami sakit yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Dan pihak Febrie, menghormati proses hukum yang sedang berjalan, termasuk proses ekshumasi untuk memastikan penyebab kematian Sut­rimo.

Analis Kepolisian ISESS, Bambang Rukminto menilai ekshumasi Sut­rimo harusnya bisa lebih cepat. Apalagi dalam mengusut kematian yang diduga tidak wajar.

Dalam kasus kematian Sut­rimo, polisi sudah memeriksa sebanyak 27 saksi, termasuk saksi utama Febrio, yang disebut sebagai orang yang mengantar Sut­rimo, setelah ditemukan tidak sadarkan diri, di klinik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Febrio diketahui merupakan pegawai Kejaksaan.

Sementara, alasan polisi menaikkan kasus Sut­rimo dari penyelidikan ke penyidikan karena keluarga melapor polisi dan mengizinkan untuk dilakukan pembongkaran makam almarhum Sut­rimo.

Akankah terungkap penyebab kematian Sut­rimo yang dinilai tidak wajar? Apakah ada unsur pidana? Dan apakah ada kaitannya dengan kasus TPPU yang menjerat eks Jampidsus?

Kita ulas bersama pakar hukum pidana Universitas Jenderal Soedirman, Profesor Hibnu Nugroho, dan ahli forensik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Asan Petrus.

Baca Juga Komjak Akan Dorong Sprindik Baru jika Eks Jampidsus Febrie Menang Praperadilan di https://www.kompas.tv/nasional/685316/komjak-akan-dorong-sprindik-baru-jika-eks-jampidsus-febrie-menang-praperadilan

#sutrimo #kematiansutrimo #eksjampidsus #ekshumasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/685387/full-prof-hibnu-ahli-forensik-soal-ekshumasi-jenazah-sutrimo-buntut-pengusutan-penyebab-kematian

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke