SRAGEN, KOMPAS.TV - Krisis air akibat kemarau panjang membuat siswa sebuah SD Negeri di Sragen, Jawa Tengah terpaksa menumpang toilet di rumah warga.
Tak hanya itu, para siswa juga belajar di tengah kondisi ruang kelas yang rusak berat.
Krisis air bersih yang melanda Desa Jekani, Kecamatan Mondokan kini juga mengganggu aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Jekani Tiga.
Sumber air yang mengering membuat pompa Pamsimas tak lagi berfungsi.
Akibatnya para siswa terpaksa berjalan kaki ke rumah warga untuk ke toilet mencuci tangan dan berwudhu.
Di tengah krisis air, siswa juga harus belajar di bangunan yang mengalami kerusakan berat.
Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran, untuk perbaikan ratusan ruang kelas yang rusak berat. Selain itu juga mencarikan solusi kebutuhan air bersih bagi sekolah.
Sementara itu di Gorontalo, dampak musim kemarau panjang yang terjadi selama tiga bulan belakangan terus meluas.
Hingga kini BPBD mencatat ada sekitar 16 ribu warga yang mengalami krisis air bersih di Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan Gorontalo Utara.
Lahan pertanian juga mengalami kekeringan, terutama lahan tadah hujan.
Sistem irigasi yang ada menunjukkan penurunan debit air yang cukup signifikan membuat pengairan harus menggunakan alat bantu tambahan.
Baca Juga Dampak Kemarau Meluas, Gorontalo dan Jember Alami Kekeringan dan Krisis Air Bersih di https://www.kompas.tv/regional/685165/dampak-kemarau-meluas-gorontalo-dan-jember-alami-kekeringan-dan-krisis-air-bersih
#krisisair #kemarau #kekeringan
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/685277/krisis-air-melanda-sragen-siswa-sd-terpaksa-menumpang-toilet-di-rumah-warga-sapa-malam