PROBOLINGGO, KOMPAS.TV - Akibat kebakaran hutan dan lahan, Balai Besar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru memutuskan menutup objek wisata sampai batas waktu yang belum ditentukan. Namun, sejumlah wisatawan ada yang belum tahu penutupan ini. Mereka sudah telanjur datang ke kawasan ini untuk berwisata.
Kebanyakan wisatawan yang datang ke kawasan Gunung Bromo adalah turis asing. Mereka tahu ada kebakaran setelah melihatnya di internet.
Meski sempat padam, kebakaran di kawasan Gunung Bromo kini makin luas. Wilayah yang terdampak saat ini mencapai lebih dari 520 hektare. Saat ini, konsentrasi petugas adalah di titik-titik yang berpotensi membuat api kembali membesar.
Kebakaran hutan dan lahan melanda area Bromo terjadi sejak 3 Agustus 2026. Untuk memadamkan api, petugas tidak hanya melalui jalur darat, tetapi juga melalui udara dengan cara water bombing.
Baca Juga Terungkap! Hasil Ekshumasi-Autopsi Jenazah Sutrimo Eks Pegawai Jampidsus Febrie Adriansyah di https://www.kompas.tv/nasional/685207/terungkap-hasil-ekshumasi-autopsi-jenazah-sutrimo-eks-pegawai-jampidsus-febrie-adriansyah
#kebakaran #karhutla #bromo #wisatawan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/685212/kebakaran-terus-meluas-pengunjung-dilarang-masuk-objek-wisata-gunung-bromo-sapa-siang