Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyoroti persoalan etika dan keteladanan pemimpin dalam pernyataan sikap menyambut 81 tahun kemerdekaan Indonesia. GNB menilai keberadaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan rakyat kepada pemerintah yang menurun disebabkan oleh luruhnya keberadaban berbangsa-bernegara dalam bentuk krisis kepatutan dan hilangnya keteladanan di kalangan penyelenggara negara, ujar Anak sulung mendiang Presiden RI ke-4, Gus Dur, Alissa Wahid di konferensi pers GNB di Katedral, Jakarta Pusat, Selads (11/8/2026).
Menurut Alissa, persoalan etika tersebut juga berkaitan dengan berbagai masalah lain, termasuk lemahnya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta adanya rangkap kepentingan pejabat publik.
Ia menegaskan pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada retorika, tetapi harus diwujudkan melalui penindakan tegas dan pengembalian aset kepada negara.
Dalam Sarasehan Kemerdekaan, GNB menyampaikan delapan pesan untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa agar kembali merawat cita-cita kemerdekaan. GNB mengajak penyelenggara negara, dunia usaha, tokoh agama, kalangan kampus, media, dan masyarakat bersama-sama mendorong terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur.
Simak selengkapnya video berikut ini.
Penulis: Cynthia Lova
Video Jurnalis: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Produser: Abba Gabrillin
#AlissaWahid
#GerakanNuraniBangsa
#EtikaPemimpin
#DemokrasiIndonesia #Vjlab