KOMPAS.TV - Badan Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD Aceh Besar, terus memantau dampak anomali cuaca yang menyebabkan bencana kekeringan dan angin kencang di sejumlah kecamatan di Aceh Besar. Selain menyiapkan personel dan peralatan, BPBD Aceh Besar juga membuka posko siaga darurat bencana hidrometeorologi.
Data dari Pusdalops BPBD Aceh Besar, ada 19 kecamatan yang mengalami dampak kekeringan dan angin kencang.
Akibat angin kencang, 13 atap rumah warga, 2 unit ruko, 3 unit lembaga pendidikan dayah, dan satu atap sekolah dasar rusak. Tak hanya itu, angin kencang juga menumbangkan 15 pohon besar, terutama di wilayah Ingin Jaya dan Blangbintang.
Untuk mempercepat penanganan dan memudahkan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana ini, BPBD mendirikan posko siaga darurat bencana hidrometeorologi di Pos Damkar Induk Sibreh, Kecamatan Sukamakmur. Warga juga bisa melaporkan setiap peristiwa alam agar cepat ditindaklanjuti petugas.
BPBD Aceh Besar juga mengaktifkan 10 pos, mulai dari Kecamatan Lhoong yang ada di wilayah barat Aceh Besar hingga ke Kecamatan Lembah Seulawah di bagian timur Aceh Besar. Agar dampak dari anomali cuaca ini bisa ditangani dengan cepat, termasuk pantauan kebakaran hutan dan lahan yang juga kerap terjadi saat musim kemarau di Aceh Besar.
#BPBD #acehbesar #anginkencang
Baca Juga Lelang Barang Rampasan Digelar di Gedung BPA Kejagung Jakarta| KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/684938/lelang-barang-rampasan-digelar-di-gedung-bpa-kejagung-jakarta-kompas-pagi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/684939/kepala-bpbd-aceh-besar-pantau-soal-bencana-kekeringan-dan-angin-kencang-jurnal-nusantara