Pihak yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, meminta perlindungan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) demi kepentingan peserta didiknya. Hal itu dilakukan setelah penemuan 995 airsoft gun di salah satu ruangan sekolah.
Selain itu, yayasan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) terhadap para siswanya selama sepekan.
Pihak yayasan bersama tim kuasa hukumnya dijadwalkan bertemu dengan perwakilan KPAI pada Senin (10/8/2026) untuk membahas kasus tersebut.
"Kami sudah meminta waktu untuk bertemu dengan KPAI besok dan alhamdulillah sudah disambut dengan baik. Kami insyaallah akan bertemu mereka besok," kata Kuasa Hukum Yayasan, Annisa Ismail, saat konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).
Sebelumnya, sebanyak 995 senjata api ditemukan di sebuah ruangan di sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026). Sebulan kemudian, turut ditemukan satu kotak kaset VCD porno, narkotika jenis sabu dan ganja, serta beberapa senjata laras panjang.
Pihak yayasan menduga, semua benda tersebut dimiliki oleh mantan ketua yayasan yang dipecat pada April lalu, berinisial IWD.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Hanifah Salsabila
Penulis Naskah: Meiva Jufarani
Video Editor: Agung Setiawan
Produser: Ervan Yudhi Tri Atmoko
#Peristiwa #Viral #PenemuanSenjatadiSekolah #SekolahJakartaSelatan #SenjatadiSekolah #AirSoftGun #Penemuan995SenjatadiSekolah #KPAI
Artikel terkait: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/08/10/07213341/yayasan-sekolah-swasta-jaksel-minta-perlindungan-usai-temuan-995-senjata?page=all#page2