:

SEJARAH! 47 Tahun Sekolah Berdiri, Pendiri Sedih Lihat Polemik dan Temuan 996 Senjata & Narkoba

4 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekolah Yayasan yang kini menjadi sorotan setelah ditemukan senjata dan narkoba memiliki perjalanan panjang selama 47 tahun dalam dunia pendidikan.

Menurut Yan Sofyan Syafe’i, salah satu pendiri yang masih hidup, yayasan tersebut didirikan pada 1979 oleh lima orang dengan semangat mencerdaskan anak bangsa.

Dalam proses awal pendiriannya, para pendiri menemui Adam Malik yang saat itu menjabat Wakil Presiden.

Baca Juga Terungkap! Pasca Temuan 996 Senjata & Narkoba di Sekolah, Yayasan Soroti Diduga Jadi Gudang Bisnis di https://www.kompas.tv/video/684789/terungkap-pasca-temuan-996-senjata-narkoba-di-sekolah-yayasan-soroti-diduga-jadi-gudang-bisnis

Mereka kemudian diarahkan untuk memanfaatkan tanah di kawasan Pondok Pinang untuk mendirikan sekolah.

Sejak awal, yayasan membawa visi membentuk anak-anak yang beragama dan berpendidikan serta diharapkan kelak menjadi pembimbing dan pemimpin bangsa.

Dalam perjalanannya, sekolah tersebut bahkan pernah memiliki sekitar 2.500 siswa.

Kini, setelah 47 tahun berdiri, Yan Sofyan mengaku sangat sedih melihat berbagai persoalan yang terjadi di sekolah, termasuk temuan senjata api dan shotgun.

Ia berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya sehingga sekolah kembali pada tujuan awal pendiriannya, yakni mencetak generasi yang saleh dan salehah serta menjadi harapan dan pemimpin bangsa di kemudian hari.

Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684792/sejarah-47-tahun-sekolah-berdiri-pendiri-sedih-lihat-polemik-dan-temuan-996-senjata-narkoba

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke